“KAMPUNG ADAT BANCEUY SUBANG “
Assalamualaikum
Wr.Wb
Pada kesempatan
ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya melakukan sebuah
observasi ke lapangan langsung ketika saya masih sekola di Sma dan kegiatan ini rutin di lakukan setiap
tahunnya di sebut “Ekologi” kebetulan saya
jurusan Ips ketika di sma jadi kami satu angkatan anak ips di tempatkan di Kampung
Adat Banceuy, Desa Sanca , Kecamatan Cianter Tengah , Kab Subang.Karena kami
anak social jadi harus menggali ilmu di bidang social, dan juga Indonesia memiliki
beragam budaya yang sangat khas contoh nya kampung adat banceuy ini.
Yang saya lakukan bersama
temen-temen yaitu mengamati bidang
Sosiologi nya seperti apa,bidang Geografi nya seperti apa ,bidang sejarahnya
seperti apa,bidang ekonominya seperti apa.
Pertama kami mengamati bidang geografi yaitu mengukur tekstur jalan nya
berapa derajat tanjakan dan turunan mengukur darik kantor kepala desa hingga
tempat yang sudah di tentukan oleh guru dengan istilah pemetaan yang kami
lakukan,Kedua Sosiologi (social)
yang paling menarik menurut saya yaitu di bidang ini karna kita mengkaji budaya
desa ini dengan cara mereka ada adat yang di lakukan ketika kami datang ke desa banceuy ini yaitu penyambutan
secara desa dan secara adat, penyambutan secara desa itu kami di sambut oleh
kepala desa mereka, dan penyambutan menurut pada sesepuh desa yang di lakukan
pada malam hari di sebuah aula desa
dengan cara khas Budaya kampung adat banceuy,Ketiga sejarahnya kampong adat banceuy sempat berganti nama desa
hingga beberapa kali dan akhirnya warga setempat menamai Banceuy.Keempat bidang ekonomi di bidang ini
tidak memiliki permasalahan yang serius yang kami dapat di sana yaitu memang
lapangan kerja di sana kurang hanya beberapa pabrik saja yang ada dan
selebihnya mereka semua bertani dan berkebun meskipun mereka hanya bertani dan
berkebun mereka tidak merasa kesusahan karna mereka bersyukur karena tuhan
telah memberikan jalan untuk rezeki dengan kesuburan tanaman yang bisa di jual
ke pasar, kami juga di sana meminta data
ada berepa pendidikan di desa ini dan hasil nya kampong banceuy memiliki
sekolah dasar, sekolah menengah pertema , dan sekolah menengah atas.
Ada satuhal yang saya kagum yaitu
mereka memperbolehkan barang modern masuk ke desa mereka tetapi tidak boleh lupa dengan budaya
tradisional mereka yang salah satunya “hawu” hawu adalah tempat
pembakaran untuk memasak yang sangat tradisional bagi orang sunda ada pun listrik tetapi mereka memerlukan nya
secara tidak berlebihan da suatu upacara yang sering di lakukan setiap tahunnnya
yaitu Upacara ruwatan bumi puncak acara ini biasanya di lakukan pada hari rabu
islam menjelang 1 muharam “hal inilah yang membedakan ruwatan di Banceuy dan
kampung lain, warga kampung sini tidak bisa sembarangan memilih hari untuk
menggelar acara ruwatan, harus hari rabu,” menurut sesepuh desa banceuy.
Menurut warga Banceuy, digelarnya
acara ini merupakan ungkapan rasa syukur atas semua berkah yang mereka nikmati
dari hasil bumi. Di kampung Banceuy, Upacara adat ini diperkiran sudah digelar
sejak tahun 1800-an yang lalu dan selalu
dilaksanakan setiap tahunnya.
Dan juga kami
tidur di rumah warga setempat selama 1 minggu untuk melakukan semua kegiatan
ini , tak lupa kami semua di tugaskan untuk membantu pekerjaan yang di lakukan oleh
kepala rumah tangga yang kami tinggali seperti berlandang, membajak sawah,
,memberi makan domba dan kegiatan lainnya, disitu kami belajar bahwa” kita
tidak boleh lihat keatas terus kita harus melihat ke bawah yang membutuhkan bantuan kita “.
Ketika saya berpamitan untuk pulang ke bandung saya
sangat berterima kasih kepada mereka-mereka yang telah memberi sebuah pelajaran
tentang hidup yang sederhana dan juga bersyukur kepada Allah SWT jujur aja
sedih saya meninggalkan nene yang mempunyai rumah karna nene itu lah yg
mengajarkan semua nya dengan umur yang sudah tua tetapi masih memiliki semangat hidup yang
baik itu menjadi motivasi bagi saya sendiri .
Wassalamualaikum
Wr.Wb


Komentar
Posting Komentar