Assalamualaikum Wr.Wb.





             Pada kesempatan ini saya ingin memberikan pendapat atau opini masyarakat kota bandung tentang marak nya berita hoax di media sosial.
Tema permasalah nya : Berita Hoax di media social.
Teori nya : Media Baru
Media Baru
 Teori new media atau teori media baru sejatinya baru dirumuskan oleh para ahli pada kisaran tahun 1990an. Teori new media yang dikemukakan para ahli berpijak pada sejarah perkembangan teknologi komunikasi dan perkembangan alat komunikasi, sehingga kita dapat melihat bahwa teknologi media dan komunikasi telah bergeser dengan begitu cepat.  Hal ini dikarenakan untuk mengkaji berbagai hal yang berkaitan dengan kehadiran media baru tidak dapat dilepaskan dari keberadaan media lama. Kajian media baru sendiri telah memperoleh tempatnya sebagai bagian dari teori komunikasi. Istilah new media atau media baru sebenarnya telah digunakan sejak tahun 1960an yang merujuk pada penggunaan serta penerapan seperangkat teknologi komunikasi yang dikenal dengan dotcom mania, cyberspace, dan televisi interaktif. Istilah new media sendiri sulit untuk didefiniskan karena makna kata “new” atau “baru” yang sangat relatif. Kata “new” memerlukan permasalahan historis, sebuah kerangka kerja temporal dan spasial yang beresiko dalam membangun “yang baru” sebagai sebuah kulminasi serta pemenuhan “yang lama”.
Beberapa ahli menggambarkan new media sebagai transisi dari media yang menggunakan teknologi analog ke media yang menggunakan teknologi digital. Jadi, dapat dikatakan bahwa new media adalah media yang berbasiskan teknologi digital.  Beberapa ahli lain lebih menekankan arti new media pada istilah new” sebagai tanda keberlangsungan sejarah perkembangan media.
Berikut adalah beberapa pengertian New Media menurut para ahli:
·         Menurut Lisa Gitelman dan Geoffrey B. Pingree, yang dimaksud dengan new media adalah semua media yang pada masa sebelumnya disebut sebagai “new media” dan media darurat yang dipandang sebagai media yang memiliki potensi maupun resiko.
·         Sementara itu, Lievrouw dan S. Livingstone mendefinisikan new media dengan cara menggabungkan teknologi informasi komunikasi beserta konteks sosial dan membawanya bersama tiga buah elemen yaitu alat-alat dan artefak komunikasi; kegiatan, praktis, dan penggunaan; dan organisasi sosial yang terbentuk di sekitar alat dan praktis.
·         Definisi lain yang dirumuskan oleh techencyclopedia menyatakan new media sebagai bentuk berkomunikasi dalam dunia digital, termasuk didalamnya penerbitan elektronik pada CD-ROM, DVD, televisi digital dan yang paling signifikan adalah internet. New media memiliki implikasi digunakannya desktop dan komputer portable atau alat-alat jinjing tanpa kabel. Sebagian besar perusahaan dalam industri komputer terlibat dalam new media dalam beberapa hal.
Hasil wawancara

          Hasil wawancara saya adalah masyarakat mengeluhkan berita yang tidak benar sama saja seperti memecah belah kita sebagai warga Indonesia yang memiliki sifat yang toleransi seiring berjalannya waktu media menjadi informasi yang actual dapat berubah-rubah dan saat ini media social khusus nya menjadi media yang sangat di ragukan karna banyak juga berita yang tidak benar seolah-olah melebihkan berita itu dari fakta.
Yang pertama saya mewawancarai seorang guru sekolah dasar berinisial T dia bependapat bahwa memang jaman sekarang  informasi bisa cepat di dapatkan melalu media tetapi media saat ini beberbeda karna banyak yg di salah gunakan untuk kepentingan pribadi atau istansi public ini berdapak buruk bagi kita semua khusus nya anak-anak karna anak jaman sekarang  banyak yang sudah mempunyai handphone dan mereka semua bisa mencari apa yang dia inginkan oleh sebab itu peran orang tua sangat penting sih untuk mendidik anak-anak agar tidak terhasut oleh berita-berita palsu,
Yang kedua saya mewawancarai seorang Ibu rumah tangga yang berinisial D dia berpendapat juga bahwa jaman sekarang siapa sih yang ga tau berita hoax, memang sekarang semenjak media social menjadi sarana informasi public sangat membantu  tetapi terkadang merasa kebingungan juga apakah berita yang di publish itu memang benar apa tidak  dari situ lah kita harus memilah dan harus juga mencari informan yang pasti agar tidak cepat terpengaruhi dengan berita bohong ini.
Yang ketiga saya mewancarai seorang siswa sekolah menengah atas dia berpendapat bahwa berita hoax itu berita yang nyeleneh ga pasti dan gapatut untuk di jadikan informasi dan juga jangan bemberikan informasi yang belum tentu benar maksudnya kalau memang mempunyai opini sendiri tentang seseorang cukup saja diri sendiri aja yang tau dan orang lain ga usah tau kenapa karna setiap orang mempunyai opini yang berdeda ketikan opini kita di unggah di jejaring media social mungkin orang berpendapat bahwa berita ini benar tetapi kalau orang yang memang merasa bahwa opini itu menuju ke sifat dia dan dia tidak terima bisa  saja di laporkan ke pihak kepolisian dengan  Undang-undang ITE









Kesimpulan
            Jaman sekarang semakin canggih semakin banyak pengguna internet atau media social dan mudah nya mendapatkan informasi  hoax semakin mudah tersebar kurang nya masyarakat dalam mengkaji terlebih dahulu dalam mengola informasi tersebut dan juga tingkat sadaran masyarakat kurang.
Saran
                Masyarakat perlu diberi  mengetahuan akan internet sehat dengan literasi media sehingga mudah membeda mana berita hoax dan mana berita yang benar  tidak itu saja tetapi kita sendir harus bisa menganalisis,mengevaluasi, dalam suatu berita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseruan Jambore Ketiga Indonesian Starlet Club (ISC)

Pengaturan Skor Liga 2

Permasalahan Pariwisata di Skywalk Cihampelas